
Korelasi data Geomagnet dan data IP
Kombinasi survey yang dibutuhkan untuk estimasi sebaran mineral(biji besi, emas dan lainya) memerlukan beberapa survey gabungan yang antara satu dengan yang lainya mempunyai peran saling mendukung dalam hal data. Kemampuan tiap alat geofisika untuk mendeliniasi adanya sebaran, struktur dan lainya mempunyai keterbatasan sehingga perlu metode lain yang menggunakan source berbeda(kelistrikan,kemagnetan,getaran dan lainya).
Beberapa kombinasi survey geofisika yang sering di lakukan di indonesia adalah gabungan antara survey Resistivity-IP dan Geomagnet. Gabungan ini memperlihatkan sifat fisis batuan yang dilihat dari sifat kelistrikan dan kemagnetanya. pendekatan dua metode ini saling mendukung dalam menganalisis batuan, seperti batuan yang rendah dalam sifat kemagnetan akan mudah terlihat dalam sifat kelistrikan. Bukan hanya dari sifat batuanya, dari segi keekonomisan dan keefektifan survey keduanya bisa membantu dalam merancang survey yang terarah. Survey magnet akan memberikan informasi lateral yang bagus di bandingkan vertikalnya, sedangkan survey Resistivity-IP memberikan informasi vertikal yang bagus di bandingkan lateralnya.
Survey geomagnet biasanya dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan survey Res-IP yang tujuanya untuk meminimalisasi biaya dan lebih ke arah survey yang efektif, dari data geomagnet didapat area prospek yang bisa digunakan untuk melakukan rencana lintasan Res-IP, sehingga lintasan Res-IP bisa dioptimalkan di area yang prospek, karena perbandingan biaya survey Res-IP dan geomagnet dari sisi harga sewanya yaitu sewa Res-IP bisa 5 kali lebih mahal dari alat magnet sehingga dibutuhkan linatasan yang terarah untuk survey Res-IP.
Tinggalkan komentar