Estimasi Distribusi Mineral Emas dari Data IP

Ekplorasi mineral khususnya mineral emas atau logam mulia dibutuhkan bertahun-tahun untuk tahapanya, diantara tahapan eksplorasi mineral logam mulia dimulai dari kajian pendahuluan yang didalamnya ada pemetaan geologi regional, topografi,struktur geologi, uji lab dan lainya. selain melakukan eksplorasi pendahuluan juga dilakukan eksplorasi lanjutan dengan berbagai tahapan diantaranya pemetaan geologi  detail, eksplrasi geofisika, dan pengeboran.

Dalam Eksplorasi geofisika, metode yang banyak digunakan untuk eksplorasi mineral terutama logam adalah Metode Resistivity-IP atau yang banyak dikenal adalah Geolistrik(Metode yang menggunakan sumber dari listrik  seperti aki, jenset dan lainya yang bisa di bawa-bawa).

Metode resistivity-IP sudah banyak diterapkan pada alat-alat yang menggunakan sumber kelistrikan seperti Zonge, Iris, Supersting, Ares dan lainya, sedangkan beberapa merk seperti Naniura masih menggunakan hanya data resistivitasnya saja sehingga untuk survey mineral dan struktur komplek agak sulit. Penggunaan alat-alat tersebut akan berpengaruh pada hasil akhir pengambilan data dan kstabilan datanya sehingga ketika dilakukan pengolahan data lanjut seperti inversi dan pemodelan mineral akan berpengaruh juga.

Pemodelan data resistivity-IP dimaksudkan untuk mempermudah proses pengeboran dan estimasi sebaran baik lateral maupun vertikal sehingga perencanaan penambangan dan lainya lebih efektif, baik itu biaya dan waktunya. Pemodelan data resistivity-IP untuk inversi banyak menggunakan software Earth Imager yang dikeluarkan oleh pabrikan Supersting atau res2Dinv yang dikeluarkan oleh Geotomo. Hasil dari keduanya atau dengan software lain relatif sama untuk kondisi yang tidak terlalu sulit tetapi untuk daerah dengan struktur dan mineral yang komplek akan tergantung pada pemilihan parameter baik pada saat pengambilan data dan juga pengolahan datanya.

Contoh di bawah ini adalah pemodelan mineral akhir dari sebaran mineral emas menggunakan software oasis montaj dengan menggunakan inputan data dari inversi res2Dinv. Pemodelan ini sangat bergantung pada kualitas data pengukuran dilapangan sehingga tidak ada lagi koreksi dan editing pada saat pengolahan data sehingga tugas untuk pengolahan data dan pemodelan tidak sesualit ketika data lapangan tidak dikontrol dengan baik.

model suscep ip 100ms-2model suscep ip 100msmodel suscep ip 100ms-3model suscep ip 100ms-4

 

 

Tlp:082114266358

Email: roni12404027@gmail.com

Posted in , , , , , , ,

Tinggalkan komentar