Identifikasi Rembesan Air Laut atau Abrasi dan juga rongga/cavity di Area Dekat Laut dengan Metode Geolistrik

Dalam metode geolistrik, nilai resistivitas batuan yang mengandung air atau porositasnya tinggi akan terlihat jelas dibandingkan dengan batuan yang relatif kompak. porositas suatu batuan akan terisi oleh fluida yang mengisi kekosongan tersebut baik air atau cairan lain yang ada di bawah permukaan. Area dekat laut akan memungkinkan batuan yang berporotas tinggi ini akan menyerap air yang dari air laut dan mengendap di dalamnya dan karakternya akan berbeda dengan air yang bukan air laut (air tawar).

Dalam kaitanya dengan bangunan, air laut akan mengakibatkan korosi atau menjadikan bangunan tidak tahan lama sehingga perlu dilakukan penanganan khusus untuk menghambat korosinya. Identifikasi air laut atau abrasi dengan metode geolistrik akan memperlihatkan nilai resistivitas yang cukup kecil yang biasanya di bawah 10 ohm.m atau bahkan sampai nol koma ohm.m.

Model di bawah merupakan penampang 2-D data geolistrik yang memperlihatkan sebaran nilai resistivitas. Warna biru merupakan kandungan air laut yang terdapat di bawah permukaan dengan karakter yang khas yaitu ada jalur dari permukaan dan di salurkan ke tempat lain dan di endapkan di bawah permukaan.

Kontak Kami:

Email: roni12404027@gmail.com

Posted in , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar