Data di bawah merupakan data georadar yang sudah di kalibrasi dengan data bor setempat dan juga kalibrasi terhadap rembesan existing di lapangan. Nilai kontur pada data merupakan nilai kekerasan tanah yang mengindikasikan perlapisan tanah, kekompakan tanah, kandungan air dalam tanah dan juga porositas bawah tanah.
Amblesan dan deformasi dalam bendungan bisa berbeda, jika rembesan adanya kandungan air dalam tubuh bendungan atau lereng hilir yang bisa berasal dari air tampungan hulu atau juga air bawah tanah yang muncul ke permukaan sedangkan deformasi lebih berhubungan dengan adanya penurunan dan pergerakan dari lapisan tanah yang ada. Jika rembesan ada di sebuah tubuh dan lereng bendungan otomatis akan terjadi deformasi di lapisan bawahnya karena pelemahan tanah dan daya dukung tanahnya sedangkan deformasi tanah belum berarti terjadi rembesan di area tersebut.
Karena kalibrasinya hanya dengan data bor dan rembesan existing berarti identifikasi awal harus melalui identifikasi rembesanya terlebih dahulu baru mengidentifikasi deformasinya. Pada warna biru dengan nilai kontur <20 mengidentikan dengan porositas tinggi dengan kandungan air tinggi, ini terjadi pada area dengan kandungan tanah yang basah dan lunak karena ada munculnya air di lokasi tersebut. Pada batas lapisan yang di gambarkan oleh garis putus-putus terutama di bagian warna biru mempunyai batas lapisan yang tidak rata atau naik turun ini menggambarkan adanya penurunan pada tanah tersebut dan pastinya sudah terjadi deformasi pada tanahnya atau uruganya.
pada elevasi -10m merupakan batas kandungan air tinggi yang ditandai dengan warna kuning ke merehan, tetapi masih terjadi deformasi.

Tinggalkan komentar