Identifikasi batubara di PIT XXX dapat dilakukan dengan metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan Geolistrik Resistivity untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan dan ketebalan lapisan batubara.
1. Prinsip Identifikasi Batubara dengan GPR dan Resistivity
Batubara memiliki karakteristik geofisika yang khas:
- GPR: Batubara memiliki konduktivitas rendah, sehingga menghasilkan refleksi gelombang radar yang kuat.
- Geolistrik Resistivity: Batubara memiliki resistivitas tinggi (100–1000 Ωm) dibandingkan dengan batuan sedimen di sekitarnya.
| Material | Resistivitas (Ωm) | Karakteristik GPR |
|---|---|---|
| Lempung | 1–50 | Penyerap sinyal GPR (high attenuation) |
| Pasir Jenuh Air | 10–100 | Refleksi lemah |
| Batubara | 100–1000 | Konduktivitas rendah, refleksi kuat |
| Shale/Siltstone | 10–300 | Penyerapan sedang |
| Sandstone | 100–500 | Medium reflektif |
2. Metode Ground Penetrating Radar (GPR)
GPR digunakan untuk mendeteksi lapisan batubara berdasarkan kontras dielektrik antara batubara dan batuan di sekitarnya.
Pengaturan GPR
- Frekuensi antena:
- 100 MHz → Penetrasi lebih dalam (~20–30m)
- 250 MHz → Resolusi lebih tinggi untuk lapisan dangkal (~10–15m)
- Mode survey: Common Offset
- Grid pengukuran:
- Lintas longitudinal & transversal untuk memastikan konsistensi data
Interpretasi GPR
- Batubara → Tampak sebagai refleksi kuat dengan pola kontinu
- Lapisan lempung → Sinyal teredam (low reflection)
- Batuan keras → Pola refleksi kasar dengan high amplitude
3. Pendekatan Analisa Resistivitas (Geolistrik)
Geolistrik digunakan untuk mengonfirmasi hasil GPR dengan menentukan resistivitas lapisan batubara.
Metode Resistivitas yang Digunakan
- Dipole-Dipole → Resolusi lateral tinggi, cocok untuk deteksi batubara
- Wenner-Schlumberger → Baik untuk kedalaman sedang (~30–100m)
Identifikasi Batubara pada Resistivitas
- Lapisan batubara ditandai dengan resistivitas tinggi (~100–1000 Ωm)
- Lapisan lempung memiliki resistivitas rendah (<50 Ωm)
- Pasir jenuh air memiliki resistivitas sedang (10–100 Ωm)
Interpretasi Geolistrik
- Identifikasi zona resistivitas tinggi (~100–1000 Ωm) yang berasosiasi dengan batubara.
- Cocokkan kedalaman anomali resistivitas dengan refleksi GPR untuk memastikan keberadaan batubara.
- Gunakan data bor inti (jika tersedia) untuk verifikasi lapisan batubara.
Hasil di bawah merupakan analisa resistivity yang di dapatkan dari data GPR. Analisa resistivity dari data GPR bisa didapatkan dengan mentransformasi data time domain ke frequency domain sehingga bisa di dapatkan nilai resistivitasnya. pendekatan dengan nilai resitivitas karena dari data GPR resolusi lebih tinggi dan penggambaran bawah permukaan lebih detail.

Tinggalkan komentar