Pembangunan tanggul di area sungai sering kali dihadapkan pada kendala penimbunan yang relatif sulit karena adanya zona lemah karena daerah sedimentasinya sudah dalam dan tidak pernah settle(atau tidak terjadi pergerakan).
Proses penimbunan tanggul dengan material tanah biasanya akan terjadi penurunan yang berkala karena ada area alur yang lebih lunak di bandingkan timbunan sekitarnya sehingga di area alur ini akan terus terjadi penurunan dan akan terus menerus sampai beberapa tahun kedepan.
area penurunan ini yang terlihat pada data georadar menjadi area yang lemah dan dimensinya akan terlihat dengan jelas dengan cakupan dimensi yang detail. metode georadar akan mengcover dimensi area lemah atau rongga di sekitar 0.5m apalagi di pelaksanaan di bagian bawah dilakukan penimbunan dengan material agregat atau bebatuan atau beton berdimensi sehingga terlihat ada celah rongga antar materialnya.

pada gambar atas merupakan area tanggul bagian hulu dengan karakter lapisan dengan nilai kekerasan yang berbeda. warna merah merupakan tanah dengan nilai NSPT tinggi sedangkan warna hijau ke biru nilai NSPT makin rendah. warna biru merupakan area zona lemah yang merupakan area sedimen lunak atau aliran air dan mempunyai kandungan air tinggi.


Gambar di atas menunjukan di bagian tengah timbunan dengan warna merah merupakan tanah keras yang merupakan tanah timbunan pilihan dan untuk warna hijau tanah dengan timbunan yang mempunyai kandungan air tinggi dan nilai NSPT yang rendah sedangkan warna biru merupakan area dimana aliran air masih mengalir dengan memiliki nilai NSPT <5.
Tinggalkan komentar