Pengukuran gravitasi di lokasi DG-0 (biasanya merujuk pada titik referensi gravitasi atau datum gravitasi) untuk pre-survey microgravity adalah langkah penting dalam eksplorasi geofisika, terutama untuk mendeteksi variasi densitas bawah permukaan yang sangat kecil. Microgravity adalah metode geofisika yang mengukur variasi medan gravitasi Bumi dengan sensitivitas tinggi (orde mikroGal, di mana 1 mikroGal = 10^-6 Gal, dan 1 Gal = 1 cm/s²).

Berikut adalah penjelasan ilmiah dan aturan yang perlu diperhatikan dalam pengukuran gravitasi untuk pre-survey microgravity:


1. Tujuan Pengukuran Microgravity

  • Mendeteksi variasi densitas bawah permukaan yang disebabkan oleh struktur geologi, rongga, atau objek buatan manusia.
  • Aplikasinya meliputi eksplorasi mineral, identifikasi rongga bawah tanah, studi vulkanologi, dan pemantauan reservoir.

2. Prinsip Dasar Pengukuran Graviti

  • Hukum Newton tentang Gravitasi: Gaya gravitasi antara dua massa berbanding lurus dengan produk massanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
  • Medan Gravitasi Bumi: Diukur dalam satuan Gal (1 Gal = 1 cm/s²). Variasi kecil dalam medan gravitasi (mikroGal) disebabkan oleh perbedaan densitas material bawah permukaan.

3. Alat yang Digunakan

  • Gravimeter Relatif: Alat ini mengukur perbedaan gravitasi antara dua titik. Contoh: Gravimeter LaCoste & Romberg atau Scintrex CG-6.
  • Gravimeter Absolut: Mengukur nilai absolut gravitasi di suatu titik, tetapi jarang digunakan untuk survei mikrogravitasi karena biaya dan kompleksitasnya.

4. Tahapan Pengukuran di DG-0 dan Pre-Survey

a. Penentuan DG-0 (Datum Gravity)

  • DG-0 adalah titik referensi gravitasi yang nilai gravitasinya sudah diketahui secara akurat.
  • Titik ini digunakan sebagai baseline untuk koreksi dan kalibrasi pengukuran gravitasi di lokasi survei.

b. Kalibrasi Alat

  • Pastikan gravimeter dikalibrasi dengan benar sebelum digunakan.
  • Lakukan pengukuran di DG-0 untuk memastikan alat bekerja dengan akurasi tinggi.

c. Pengukuran di Lokasi Survei

  • Lakukan pengukuran gravitasi di titik-titik yang telah ditentukan (grid) di area survei.
  • Setiap titik harus diukur beberapa kali untuk memastikan konsistensi data.

5. Koreksi yang Harus Dilakukan

Dalam pengukuran microgravity, beberapa koreksi harus diterapkan untuk mendapatkan anomali gravitasi yang akurat:

a. Koreksi Pasang Surut (Tidal Correction)

  • Medan gravitasi Bumi berubah karena pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari. Koreksi ini menghilangkan efek pasang surut gravitasi.

b. Koreksi Drift

  • Gravimeter dapat mengalami drift (pergeseran nilai) karena perubahan suhu atau kelelahan komponen internal. Koreksi drift dilakukan dengan mengukur DG-0 secara berkala.

c. Koreksi Ketinggian (Free-Air Correction)

  • Medan gravitasi berkurang dengan meningkatnya ketinggian. Koreksi ini menghilangkan efek ketinggian titik pengukuran.

d. Koreksi Bouguer

  • Menghilangkan efek massa material antara titik pengukuran dan datum (biasanya permukaan laut).

e. Koreksi Topografi

  • Menghilangkan efek medan gravitasi yang disebabkan oleh topografi sekitar (bukit, lembah, dll.).

6. Aturan dalam Pengukuran Microgravity

  • Akurasi Pengukuran: Pastikan pengukuran dilakukan dengan akurasi tinggi (orde mikroGal).
  • Stabilitas Alat: Gravimeter harus ditempatkan pada permukaan yang stabil dan datar.
  • Waktu Pengukuran: Hindari pengukuran pada kondisi cuaca ekstrem (angin kencang, hujan) karena dapat memengaruhi stabilitas alat.
  • Jarak Antar Titik: Jarak antar titik pengukuran harus disesuaikan dengan resolusi yang diinginkan. Untuk deteksi objek kecil, jarak antar titik harus lebih rapat.
  • Pengulangan Pengukuran: Lakukan pengukuran berulang di setiap titik untuk memastikan konsistensi data.

7. Analisis Data

  • Setelah koreksi diterapkan, data gravitasi diolah untuk menghasilkan anomali Bouguer.
  • Anomali Bouguer menggambarkan variasi densitas bawah permukaan yang dapat diinterpretasikan untuk tujuan eksplorasi atau studi geologi.

8. Aplikasi Praktis

  • Eksplorasi Mineral: Mendeteksi deposit mineral berdasarkan perbedaan densitas.
  • Studi Rongga Bawah Tanah: Mengidentifikasi gua, terowongan, atau struktur bawah tanah lainnya.
  • Pemantauan Reservoir: Memantau perubahan densitas di reservoir minyak atau gas.

Posted in , , , , , , ,

Tinggalkan komentar