• Penyewaan alat-alat Geofisika

    Selain menyediakan pelayanan eksplorasi geofisika(pengukuran, pengolahan data dan pelaporan), seisxplore Geosurvey juga menyediakan penyewaan alat-alat survey geofisika dan pemetaan geodesi. perlatan yang digunakan sudah melalui uji kalibrasi dan pengecekan berkala dan memenuhi standar. Berikut alat-alat yang bisa disewakan:

    1. Supersting R8 elektroda 28 dan 56 dengan spasi per elektroda antara 1m,5m,10m,35m
    2. Ares I dan Ares II dengan elektroda 48 dengan spasi elektroda antara 5m,10m,15m,20m,30m.
    3. Naniura single channel berbagai channel dengan spasi beragam(by request).
    4. Magnetometer Geometric G-856 dari Geometric
    5. Magnetometer GSM-19T dari GEM System
    6. Magnetometer PMG-1 dan 2
    7. GPS RTK Trimble R8 dan R10
    8. Total Station merk apapun dengan model apapun
    9. Downhole Seismic PASI
    10. Seismic Refraksi dan Refleksi 24 dan 48 channel frekuensi 10-28Hz dari Geometric
    11. Ground Penetrating Radar dari Mala Geoscience (GPR/Georadar) frekuensi 25MHz(RTA), 200Mhz, 400MHz, 800Mhz.
    12. Ground Penetrating Radar dari IDS Italia frekuensi 40MHz, 200MHz, 400MHz, 600MHz
    13. Ground Penetrating Radar GSSI frekuensi 40MHz, 80MHz, 250MHz, 400MHz, 800MHz.

     

     

    Kontak:

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Spesifikasi Supersting R8
    Item Description
    Measurement Modes Apparent resistivity, resistance, induced polarization (IP), SP, and battery voltage.
    Measurement Range +/- 10Vp-p.
    Measuring Resolution Max 30 nV—depends on voltage level.
    Screen Resolution 4 digits in engineering notation.
    Transmitter 200W internal transmitter. 5kW, 10kW and 15kW external transmitters also available (see separate brochure).
    Output Current 1 – 2000 mA continuous, measured to high accuracy.
    Output Voltage 800 Vp-p—actual electrode voltage depends on transmitted current and ground resistivity.
    Input Channels Five models available—8-, 6-, 4-, 2-, or 1-channel.
    Input Gain Ranging Automatic—always uses full dynamic range of receiver.
    Input Impedance >150 MOhm.
    SP Compensation Automatic cancellation of SP voltages during resistivity measurement. Constant and linearly varying SP cancels completely (V/I and IP measurements).
    Type Of IP Measurement Time domain chargeability (M). Six time slots measured and stored in memory.
    IP Current Transmission ON+, OFF, ON-, OFF.
    IP Cycle Times 0.5, 1, 2, 4, and 8 s.
    Measure Cycles Running average of measurement displayed after each cycle. Automatic cycle stops when reading errors fall below user set limit or user set max cycles are done.
    Resistivity Cycle Times Basic measure time is 0.2, 0.4, 0.8, 1.2, 3.6, 7.2, or 14.4 s as selected by user via keyboard. Autoranging and commutation adds about 1.4 s.
    Signal Processing Continuous averaging after each complete cycle. Noise errors calculated and displayed as percentage of reading. Reading displayed as resistance (dV/I) and apparent resistivity (ohmm or ohmft). Resistivity is calculated using user-entered electrode distances.
    Noise Suppression
    • Better than 100 dB at f >20 Hz.
    • Better than 120 dB at power line frequencies (16 2/3, 20, 50, and 60 Hz) for measurement cycles of 1.2 s and above.
    Total Accuracy Better than 1% of reading in most cases (lab measurements). Field measurement accuracy depends on ground noise and resistivity.

    Instrument will calculate and display running estimate of measuring accuracy.

    System Calibration Calibration is done digitally by the microprocessor based on correction values stored in memory.
    Supported Configurations
    • In manual mode: Resistance, Schlumberger, Wenner, dipole-dipole, pole-dipole, and pole-pole.
    • In automatic mode: Any configuration can be programmed via command file.
    Operating System Stored in reprogrammable flash memory. Updated versions can be downloaded from our website and stored in the flash memory.
    Data Storage Full resolution reading average and error are stored along with user-entered coordinates and time of day for each measurement. Storage is effected automatically in a job-oriented file system.
    Data Display Apparent resistivity (ohmmeter), current intensity (mA), and measured voltage (mV) are displayed and stored in memory for each measurement.

    Data can also be displayed on an Android device in real time as bright color pseudosections, IP curves, transmitter/receiver plot, contact resistance measurements, and more.

    Memory Capacity Virtually unlimited data storage in real time on controlling Android device.

    The internal SuperSting memory can store more than 79,000 measurements (resistivity mode) and more than 26,000 measurements in combined resistivity/IP mode.

    Data Transmission Data can be instantaneously transferred from the Android device by email or by file transfer from the Android device USB port.

    RS-232C channel available to dump data from instrument to a Windows-type computer on user command.

    Automatic Multi-Electrodes The SuperSting is designed to run dipole-dipole, pole-dipole, pole-pole, gradient, Wenner, and Schlumberger surveys including roll-along surveys completely automatic with the patented Dual Mode Automatic Multi-Electrode system (U.S. Patent 6,404,203) or a passive electrode cable system.

    The SuperSting can run any other array by using user-programmed command files. These are ASCII files that can be created using a regular text editor. The command files are uploaded to the SuperSting RAM memory and can at any time be recalled and run as a survey.

    User Controls
    • 20-key-tactile, weatherproof keyboard with numeric entry keys and function keys.
    • On/Off switch.
    • Measure button integrated within main keyboard.
    • LCD night-light switch (push to illuminate).
    • Keyboard and LCD are mirrored to an Android™ device using Wi-Fi® technology for easy remote control of the SuperSting.
    Display Graphics LCD display (16 lines x 30 characters) with night-light.

    Android mobile phone screen (7”) or 10” Android tablet with bright color AMOLED display.

    Power Supply, Field
    • 12V or 2x12V DC external power—connector on front panel.
    • Optional AC/DC power supply and motor generator.
    Power Supply, Office DC power supply.
    Operating Time Depends on survey conditions and size of battery used. Internal circuitry in auto-mode adjusts current to save energy.
    Operating Temperature -20 to +50°C when controlled by your Android device (phone or tablet). The instrument LCD screen fades out at -5ºC, but the instrument continues to function normally by your Android phone, kept warm in your pocket
    Weight 10.9 kg (24 lbs.).
    Dimensions
    • Width: 184 mm (7.25″).
    • Length: 406 mm (16″).
    • Height: 273 mm (10.75″).

    Kontak:

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Investigasi Mineral dengan Metode MT
  • SURVEY MINERAL DAN BAWAH PERMUKAAN  MENGGUNAKAN RESISTIVITY-IP DENGAN SUPERSTING R8
  • Investigasi Cavity dengan Metode GPR
  • Survey bawah permukaan yang banyak digunakan dalam bidang kontruksi atau sipil adalah metode geofisika GPR atau Ground Penetrating Radar. Beberapa negara yang mengeluarkan produk GPR seperti Amerika dengan Mala nya, Kanada dengan UltraGPR nya, Italia dengan IDS nya. Kita bahas yang merk dari Italia yaitu IDS.

    DSCN1199.JPG

    Kontak kami:

    Hp:082114266358

    Email:roni12404027@gmail.com

  • ip dan geomagnet

    Korelasi data Geomagnet dan data IP

    Kombinasi survey yang dibutuhkan untuk estimasi sebaran mineral(biji besi, emas dan lainya) memerlukan beberapa survey gabungan yang antara satu dengan yang lainya mempunyai peran saling mendukung dalam hal data. Kemampuan tiap alat geofisika untuk mendeliniasi adanya sebaran, struktur dan lainya mempunyai keterbatasan sehingga perlu metode lain yang menggunakan source berbeda(kelistrikan,kemagnetan,getaran dan lainya).

    Beberapa kombinasi survey geofisika yang sering di lakukan di indonesia adalah gabungan antara survey Resistivity-IP dan Geomagnet. Gabungan ini memperlihatkan sifat fisis batuan yang dilihat dari sifat kelistrikan dan kemagnetanya. pendekatan dua metode ini saling mendukung dalam menganalisis batuan, seperti batuan yang rendah dalam sifat kemagnetan akan mudah terlihat dalam sifat kelistrikan. Bukan hanya dari sifat batuanya, dari segi keekonomisan dan keefektifan survey keduanya bisa membantu dalam merancang survey yang terarah. Survey magnet akan memberikan informasi lateral yang bagus di bandingkan vertikalnya, sedangkan survey Resistivity-IP memberikan informasi vertikal yang bagus di bandingkan lateralnya.

    Survey geomagnet biasanya dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan survey Res-IP yang tujuanya untuk meminimalisasi biaya dan lebih ke arah survey yang efektif, dari data geomagnet didapat area prospek yang bisa digunakan untuk melakukan rencana lintasan Res-IP, sehingga lintasan Res-IP bisa dioptimalkan di area yang prospek, karena perbandingan biaya survey Res-IP dan geomagnet dari sisi harga sewanya yaitu sewa Res-IP bisa 5 kali lebih mahal dari alat magnet sehingga dibutuhkan linatasan yang terarah untuk survey Res-IP.

  • Identifikasi Vein Eksplorasi Emas dari data IP

    7-2

    Data Hasil Modeling IP

    Eksplorasi Emas memang membutuhkan berbagai kajian bidang keilmuan dari Pemetaan geologi, survey geofisika dan kajian lab yang semuanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain masalah waktu, biaya dan personil yang tidak sedikit belum lagi kegagalan yang kadang sering terjadi jika analisa dari survey berbagai bidang tersebut tidak maksimal dan tidak menunjukan hasil yang bagus.

    Salah satu metode geofisika yang sering digunakan untuk identifikasi mineral terutama emas yaitu metode Resistivity-IP. Metode Resistivity-IP sendiri memanfaatkan aliran arus untuk diambil parameter kelistrikanya yang berhubungan dengan sifat fisis batuan dan karakternya.

    Metode Resistivity-IP pada umumnya hanya mengukur tahanan jenis batuan dan daya serap sementara/sesaat dari batuan terhadap arus yang dialirkan ke dalam bumi. Beberapa alat yang sudah terbaru pengukuran metode Resistivity-IP ini langsung didapatkan 2 data yang menginformasikan adanya hubungan kelistrikan terhadap batuan di dalam bumi yaitu data Resistivity(tahan jenis batuan) dan Chargeability(Daya simpan sementara batuan terhadap arus listrik).

    7-1

    Interpretasi data untuk estimasi lokasi dan zonasi target

    Penentuan zona keberadaan mineral atau emas dalam suatu batuan bisa diidentifikasi melalui beberapa kondisi geologinya dan sifat fisis batuanya dari data arus listrik yang sudah di kirimkan.

    Untuk daerah emas yang diendapkan di suatu daerah anlisanya dari segi sedimentasinya(Skunder), sedangkan emas yang ada di daerah kondisi batuan yang asal(Primer) dilakukan analisa vein dan struktur).

    Seisxplore Geosurvey, +6282114266358

  • Pemodelan Biji Besi dari Data Geolistrik

    Pemodelan sumber daya yang dilakukan berdasarkan data geofisika seperti resistivity-IP,GPR,Gravity,Magnet,Seismik dan metode lainya akan bergantung pada validasi pengukuran dan pemahaman seorang geophysic dalam menganalisa data dan dikombinasikanya dengan model geologi. Informasi lapangan tentang geologi sangat penting karena tidak semua standar pengukuran diterapkan secara utuh.

    IP1.jpg

    Pemodelan Biji Besi 2-D data IP

    3d-1

    Pemodelan 3-D Biji besi dari data IP