• Pemodelan Batuan Andesit dari data Naniura

    Pemodelan data geolistrik sangat bergantung pada data yang didapatkan dari lapangan. Penggunaan alat geolistrik sangat menentukan apakah alat mempunyai kualitas baik atau kurang baik. Penggunaan alat dengan Supersting, Zonge, Iris, ARES, S-Field ataupun Naniura mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi yang jelas Iris, Zonge dan Supersting paling unggul dalam kualitas data dan efektifitas pengukuran dibandingkan dengan merk lain. Tetapi penggunaan alat dengan selain 3 alat diatas bukan berarti tidak bagus melainkan pada peruntukan dan kebutuhanya masih bisa digunakan dengan baik. Misal untuk pengukuran geolistrik dengan menggunakan Naniura untuk eksplorasi batuan andesit atau batuan produk gunung api masih bisa dikatakan bagus karena dimensi yang dicari besar, apalagi alat Naniura yang digunakan sering dikalibrasi dengan alat yang sudah bagus. Kalibrasi yang rutin dan kontinu akan mengurangi resiko deviasi nilai disaat pengukuran.

    Dibawah ini adalah contoh hasil pengukuran dengan menggunakan alat Naniura 41 elektroda.

    Line 3 1

    Line 3

    zonasi model bawah permukaan data geolistrik berdasarkan range nilai resistivitasnya. Nilai resistivitas dalam data bisa dikorelasi dengan data kalibrasi batuan yang ada dilapangan sehingga pendekatan zonasi nilai untuk batuan bawah permukaan bisa lebih mendekati.

    Batuan beku seperti andesit, vulkanik dan breksi bisa dibedakan dari nilai resistivitas dan pola model bawah permukaanya. Misalnya untuk produk gunung api atau larva, cenderung mempunyai pola yang ngikutin pola cekungan dan bantal atau terendapkan pada suatu tempat yang rendah. Pola bantal atau endapan yang terjadi merupakan lelehan lahar yang mengeras dan yang paling mudah adalah mempunyai penebalan dan penipisan pada dimensi larvanya.

     

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Eksplorasi Batuan Andesit Menggunakan Naniura

    Eksplorasi batuan andesit, breksi dan batuan vulkanik lainya banyak dilakukan sekarang-sekarang karena kebutuhan akan batuan ini sangat tinggi terutama untuk kontruksi baik jalan ataupun kontruksi lainya. Eksplorasi batuan andesit dan breksi banyak menggunakan alat atau metode geofisika dengan pendekatan tidak langsung dengan memanfaatkan sumber arus listrik atau Resistiviy-IP atau banyak orang menyebut dengan metode Geolistrik.

    Metode geolistrik sudah sangat dikenal oleh orang-orang yang bergerak dibidang pertambangan dan eksplorasi lainya karena simpel dan hasilnya mendekati model bawah permukaanya. Metode ini banyak dikembangkan oleh akademisi atau swasta dengan berbagai merk dan kelebihan masing-masing. Salah satu yang masih banyak digunakan adalah merk Naniura dengan ciri khasnya yaitu masih menggunakan injeksi arus manual.

    20180309_08472820180309_084925

     

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Estimasi Distribusi Mineral Emas dari Data IP

    Ekplorasi mineral khususnya mineral emas atau logam mulia dibutuhkan bertahun-tahun untuk tahapanya, diantara tahapan eksplorasi mineral logam mulia dimulai dari kajian pendahuluan yang didalamnya ada pemetaan geologi regional, topografi,struktur geologi, uji lab dan lainya. selain melakukan eksplorasi pendahuluan juga dilakukan eksplorasi lanjutan dengan berbagai tahapan diantaranya pemetaan geologi  detail, eksplrasi geofisika, dan pengeboran.

    Dalam Eksplorasi geofisika, metode yang banyak digunakan untuk eksplorasi mineral terutama logam adalah Metode Resistivity-IP atau yang banyak dikenal adalah Geolistrik(Metode yang menggunakan sumber dari listrik  seperti aki, jenset dan lainya yang bisa di bawa-bawa).

    Metode resistivity-IP sudah banyak diterapkan pada alat-alat yang menggunakan sumber kelistrikan seperti Zonge, Iris, Supersting, Ares dan lainya, sedangkan beberapa merk seperti Naniura masih menggunakan hanya data resistivitasnya saja sehingga untuk survey mineral dan struktur komplek agak sulit. Penggunaan alat-alat tersebut akan berpengaruh pada hasil akhir pengambilan data dan kstabilan datanya sehingga ketika dilakukan pengolahan data lanjut seperti inversi dan pemodelan mineral akan berpengaruh juga.

    Pemodelan data resistivity-IP dimaksudkan untuk mempermudah proses pengeboran dan estimasi sebaran baik lateral maupun vertikal sehingga perencanaan penambangan dan lainya lebih efektif, baik itu biaya dan waktunya. Pemodelan data resistivity-IP untuk inversi banyak menggunakan software Earth Imager yang dikeluarkan oleh pabrikan Supersting atau res2Dinv yang dikeluarkan oleh Geotomo. Hasil dari keduanya atau dengan software lain relatif sama untuk kondisi yang tidak terlalu sulit tetapi untuk daerah dengan struktur dan mineral yang komplek akan tergantung pada pemilihan parameter baik pada saat pengambilan data dan juga pengolahan datanya.

    Contoh di bawah ini adalah pemodelan mineral akhir dari sebaran mineral emas menggunakan software oasis montaj dengan menggunakan inputan data dari inversi res2Dinv. Pemodelan ini sangat bergantung pada kualitas data pengukuran dilapangan sehingga tidak ada lagi koreksi dan editing pada saat pengolahan data sehingga tugas untuk pengolahan data dan pemodelan tidak sesualit ketika data lapangan tidak dikontrol dengan baik.

    model suscep ip 100ms-2model suscep ip 100msmodel suscep ip 100ms-3model suscep ip 100ms-4

     

     

    Tlp:082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Menghitung Volume Gamping dengan Data GPR/Georadar

    Menghitung volume suatu batuan atau objek yang ada di bawah tanah seperti gamping, mineral(emas, biji besi dan lainya), pasir dan sumber daya lainya bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan metode GPR/Georadar yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi batuan gamping di  daearh Samit. Peruntukanya untuk pondasi jalan dan pengerasan lainya.

    Pemilihan metode GPR sendiri dilakukan karena batuan gamping yang ada merupakan batuan gamping skunder yang relatif berbentuk lapisan atau mempunya ukuran yang besar baik yang lateral maupun vertikal. Pemilihan metode ini baik untuk sumber daya yang secara geologi diendapkan secara berlapis atau lateral tidak spot dan boulder serperti halnya sumber daya biji besi dan emas, sedangkan sumber daya yang relatif membentuk lapisan seperti gamping, batubara, pasir, biji besi skunder(pasir besi) dan lainya sebaiknya menggunakan metode yang mempunya resoluasi secara vertikal baik. Diantara metode yang secara vertikal baik(thickness dan lateralnya) adalah GPR. seismik. Sedangkan untuk sumber daya yang berupa float, boulder dan spot-spot sebaiknya menggunakan metode yang memanfaatkan sumber arus listrik dan sumber alam lain seperti resistivity-IP, CSAMT,MT dan lainya.

    Perhitungan volume gamping menggunakan metode GPR bisa dimulai dengan menggrid lintasan yang diduga mempunyai potensi di daerah tersebut sehingga data yang grid tadi akan mengkorelasi tiap lapisan yang ada di data dan bisa diinterpolasi antar lapisanya sehingga membentuk satu kesatuan bodi atau sumber daya.

    Setelah melakukan grid lintasan, proses selanjutnya adalah memilih parameter yang pas pada saat melakukan pengambilan data sehingga data yang diambil optimal dan maksimal. pemilihan parameter pada GPR sendiri butuh beberapa pengalaman dan pengetahuan sehingga tidak mudah untuk melakukanya.

    Selain pemilihan parameter, pengolahan data juga sering menjadi kendala, yaitu ketika merujuk pada tujuan akhirnya sumber daya terkira maka butuh suatu flow pengolahan data yang memungkinkan hasil dari data GPR tersebut akan membentuk suatu objek dalam satu kesatuan, sedangkan data yang ada berupa lintasan yang antar lintasanya kosong atau tidak ada data. Pengolahan data GPR bisa menggunakan software-software yang biasa digunakan seperti reflex, vista, reflex quick dan lainya yang akan menampilkan penampang 2D dan beberapa informasi lapisan dibawahnya.

    Dari hasil pengolahan data tersebut maka akan diinterpolasi menggunakan software lanjutan yang akan membentuk dan membangun suatu kesatuan tiap lapisan yang ada sehingga terbentuk bodi dan bisa di hitung volumenya. Sperti gambar di bawah, volume batuan gamping menampilkan data dari tiap lintasan, topografi tiap lintasan dan area sekitar dan juga depth atau kedalaman dari batuan gamping itu sendiri.

    3

     

    statisdata1

    model 1model 2

     

    Tlp: 082114266358

    Email:roni12404027@gmail.com

  • Eksplorasi Batuan Gamping dengan Metode GPR/Georadar dengan Mala RTA 25MHz

    Seperti yang sudah dijelaskan di tulisan sebelum dan sesudahnya, metode GPR belum banyak digunakan untuk eksplorasi sumber daya yang mempunya kedalaman lebih dari 50m, kebanyakan banyak digunakan untuk kebutuhan shallow atau dangkal sekitar 1-10m dengan alat yang sering digunakan mempunyai frekuensi 100-1000MHz. Ada beberapa alat yang dalam kemampuan penetrasi sudah lebih dari 50m sehingga ketika ada sumber daya yang secara geologi berupa sedimentasi maka lebih baik digunakan metode GPR daripada metode Geolistrik atau lainya(Baca: Menghitung volume batuan gamping pada postingan sesudahnya).

    Alat yang biasa digunakan untuk penetrasi lebih dari 10m sebaiknya digunakan frekuensi rendah yang bisa menjangkau kedalaman tertentu seperti gamping, batu bara, pasir dan lainya sehingga dimensi lateral dan vertikal dapat tercapai. GPR MALA RTA 25MHz sering digunakan dalam eksplorasi batuan yang berupa sedimen tetapi belum banyak yang tahu manfaat dan pengolahan datanya sehingga orang geofisika dan geologi pada khususnya dan orang yang punya area prospek pada umumnya tidak tahu secara detail fungsi dan cara kerjanya.

    Metode GPR sendiri yang sudah sering di bahas pada postingan sebelum- seblumnya yaitu memanfaatkan gelombang radio atau lebih tepatnya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tinggi yang bisa mengidentifikasi ketidak menerusan suatu lapisan baik lateral maupun vertikal. secara vertikal resolusi GPR frekuensi 25MHz mempunya kemampuan rata untuk mengidentifikasi ketebalan suatu lapisan berkisar 0.5m pada umumnya tetapi tergantung stratigrafi yang terkena gelombang di bawahnya, ketika beda kekompakan atau konstanta dielektriknya tinggi maka target segitu masih bisa dicapai tetapi kalau lapisanya lebih lapuk maka akan lebih tinggi lebih dari 0.5m.

    data3

    line 2 plasma tualan.jpg

    model 3.PNG

    Kontak Kami:

    Tlp: 082114266358

    Email:roni12404027@gmail.com

  • Metode Geolistrik(resistivity-IP) banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pertambangan, perminyakan, kesipilan dan bidang ilmu lainya. Metode ini memanfaatkan sumber kelistrikan untuk dikonversikan ke dalam data yang berupa nilai resistivitas suatu batuan.

     

     

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Analisis Data Geomagnet Untuk UXO

    Metode magnetik sangat bagus untuk identifikasi objek yang berbahan logam atau semi logam tetapi beberapa kasus juga bisa digunakan untuk identifikasi non logam atau batuan sedimen jika yang dicari adalah lokasi atau area yang berupa sedimen dengan syarat bahwa area merupakan daerah vulkanik atau daerah intrusi atau dengan kekompakan yang tinggi sehingga bisa dengan jelas membedakan sedimentasi dengan lingkunganya.

    Beberapa kasus untuk identifikasi benda logam yang tertanam atau dalam bidang perminyakan biasa disebut ranjau atau UXO yang biasanya disyaratkan bagi perushaan minyak atau sejenisnya sebagai syarat untuk lokasi base peruhasaan tersebut dari BP Migas.

    Identifikasi UXO atau ranjau banyak di lakukan di daerah pesisir yang merupakan lokasi strategis bagi perushaan minyak atau sejenisnya untuk membangun base station karena dekatnya lokasi area dengan laut sehingga distribuasi dan pemasokan bisa dilakukan dengan membangun jetty/pelabuan dilokasi tersebut.

    Identifikasi UXO atau ranjau yang biasa kami lakukan yaitu dengan metode GPR/Georadar/Ground Penetrating Radar dengan syarat posisi yang akan dilakukan survey GPR hanya dibutuhkan dari permukaan ke kedalaman tertentu saja tidak disampingnya karena cakupan data GPR tidak mencakup area samping. Lain hal nya jika area yang akan dibangun untuk base dibutuhkan secara merata dengan semua area yang akan dipakai dibutuhkan identifikasi UXO tersebut, maka lebih bagus dan efisien menggunakan metode Geomagnet atau magnetometer dengan cakupan area seluruh area yang dibutuhkan dan juga kedalaman yang diinginkan.

    Metode Geomagnet sendiri membaca nilai kerentanan suatu objek tertentu dengan mengacu pada referensi nilai logam didalam objek tersebut, jika nilai logamnya tinggi maka nilai magnet pun akan tinggi seperti besi, baca dan lainya sedangkan untuk objek dengan nilai logam rendah maka nilai kemagnetanya sendiri akan rendah seperti batu, lumpur dan sejenisnya. Perbedaan nilai kemagnetan tersebut yang akan dianalisa dan diinterpretasi sebagai objek yang berbentuk logam atau bukan.

     

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Investigasi UXO dengan Metode Geomagnet
  • Menghitung Volume Batuan Andesit dari data Geolistrik/Resistivity dengan Ares II

    Menghitung volume batuan dengan menggunakan data resistivity-Ip bisa dilakukan dengan memodelkan data tersebut dalam bentuk data inversi. Data yang sudah diinversi dilakukan penggabungan dengan menggunakan beberapa tahapan. Software yang digunakan bisa menggunakan beberapa alternatif seperti Surpac, Autocad 3D, Oasis Montaj, UBC dan software lainya.

    Perhitungan volume batuan itu sendiri berdasarkan nilai resistivitas yang di dapat dari data yang sudah diinversi. pengelompokan nilai tersebut yang nantinya dijadikan nilai tiap batuan baik batuan pasir, breksi lapuk, breksi fresh dan batuan andesitnya itu sendiri, dan juga bisa diestimasi ketebalan dan volume dari soil yang ada diatasnya.

    gab 3gab 2

    gab 4.PNG

     

    Kontak:

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com

  • Pemodelan Batuan Andesit dari Data Resis-IP

    Pemodelan 3D data geolistrik berdasarkan data section 2-D yang didapatkan dari pengukurand di lapangan. Hasil dari pemodelan 3D akan bergantung pada hasil inversi 2D dan juga kerapatan lintasan sehingga estimasi sebaran berupa interpolasi data tidak terlalu jauh sehingga pendekatanya lebih baik.

    Pemodalan 3D memudahkan untuk memetakan sebaran nilai resisitivitas batuan secara menyeluruh sehingga bisa dilihat secara vertikal dan horizontalnya. Secara 3D pula kita akan mudah melihat sebaran tiap batuan baik tanah, batuan lapuk, batuan fresh dan juga lainya selain itu bisa di tentukan volume tiap batuanya yang tentunya berdasarkan pendekatan nilai resistivitas batuanya.

    Tlp: 082114266358

    Email: roni12404027@gmail.com